Monday, 9 May 2011

Ucapan As Syahid Syeikh Ahmad Yasin..

"Tidakkah kalian lihat wahai bangsa Arab,sudah sampai ke tahap mana keadaan   ini ? Sesungguhnya aku ,seorg tua yg lemah,tidak mampu memegang pena dan menyandang senjata dgn tanganku yg sudah lumpuh.Aku bukan seorg penceramah yg lantang yg mampu menggegarkan semua tempat dgn suaraku yg perlahan ini.Aku tidak mampu utk ke mana-mana tmpt utk memenuhi hajatku kecuali jika mereka menggerakkan kerusi rodaku.Aku yg sudah beruban putih dan berada di penghujung usia.Aku yg diserang plbagai pyakit dan ditimpa bermcm-mcm penderitaan.Adakah segala mcm penyakit dan kecacatan yg tertimpa ka atsku turut menimpa bangsa Arab hingga menjadikan mrk begitu lemah.Adakah kalian semua begitu wahai Arab,kalian diam membisu dan lemah,ataukah kalian semua telah mati binasa.Adakah hati kalian tidak bergelora melihat kekejaman yg berlaku terhdap kami sehingga tiada satu kaum pun bangkit menyatakn kemarahan kerana ALLAH...tiada satu kaum pun di kalangan kalian yg bangkit menentang musuh-musuh ALLAH yg telah mengisytiharkn perang antarabangsa ke ats kami dan menukarkn kami dripada golongan mulia yg dianiaya dan dizalimi kpd pembunuh dan penjenayah serta pengganas...tidak adakah yg mahu bangkit menentang musuh-musuh yg telah mnjanji setia utk menghancurkan dan menghukum kami.tidak malukah umat ini terhadap dirinya yg dihina sedangkan padanya ada kemuliaan.tidak malukah negara-negara umat ini membiarkan penjenayah zionis dan sekutu antarabangsanya tanpa memandang kami dgn pandangan yg mampu mengesat air mata kami dan meringankan bebanan kami.Adakah pertubuhan-pertubuhan umat ini,pasukan tenteranya,parti-partinya,badab-badannya dan tokoh-tokohnya tidak mahu marah kerana ALLAH dengan kemarahan yg sebenar lalu mereka keluar beramai-ramai sambil melaungkan, “Ya ALLAH…perkuatknlah saudara-saudara kami yg sedang dipatah-patahkan,kasihanilah saudara-saudara kami yg lemah ditindas dan bantulah hamba-hambaMU yang beriman!”.Adakah kalian tidak memiliki kekuatan berdoa utk kami?Seketika nanti kalian akn mendengar mengenai peperangan besar ke atas kami dan ketika itu kami akan terus berdiri dgn tertulis di dahi kami bahawa kami akan mati berdiri dan berdepan dgn musuh,bukan mati membelakang dalam keadaan melarikan lari dan akan mati bersama-sama kami,anak-anak kami,wanita-wanita,orang-orang tua dan pemuda-pemuda.Kami jadikan di kalangan mereka sebagai kayu bakaran buat umat yg diam dlm kebodohan!Janganlah kalian menanti hingga kami menyerah atau mengangkat bendera putih kerana kami telah belajar bahawa kami tetap akan mati walaupun kami berbuat demikian menyerah.Biarkan kami mati dalam kemuliaan sebagai mujahid.Jika kalian mahu ,marilah bersama-sama kami sedaya mungkin.Tugas membela kami terpikul dibahu kalian.Kalian juga sepatutnya menyaksikan kematian kami dan menghulurkan simpati.Sesungguhnya ALLAH akn menghukum sesiapa shj yg lalai drpd menunaikan kewajipan yg diamanahkn.Dan kami berharap kpd kalian supaya jangan menjadi musuh yg menambah penderitaan kami.Demi ALLAH,jangan menjadi musuh kpd kami wahai pemimpin-pemimpin umat ini,wahai bangsa umat ini!!! Ya Allah, kami mengadu kepadaMU..Kami mengadu kepadaMU…Kami mengadu kepadaMU…kami mengadu kepadaMU lemahnya kami dan kurangnya helah kami.Demikianlah kami dihadapan manusia .Engkaulah Tuhan kepada orang-orang yg lemah.Dan Engkaulah Tuhan kami.Kepada siapa engkau tinggalkan kami.Adakah kepada orang yg jauh yg akn menyerbu kami. Ataukah kpd musuh yg berkuasa ke atas kami?Ya ALLAH…kami mengadu kepadaMU darah-darah yg tertumpah,maruah yg ternoda ,kehormatan yg diperkosa ,kanak-kanak yg diyatimkan,wanita-wanita yg di jandakan,ibu-ibu yg kehilangan anak,rumah-rumah yg diruntuhkan,tanaman-tanaman yg dirosakkan.Ya ALLAH…kami mengadu kepadaMU berseleraknya kesatuan (umat) kami,berpecahnya perpaduan kami,berbagai-bagainya jalan kami,terbelakangnya kami.Kami mengadu kepadaMU betapa lemahnya kaum kami,betapa tidak bermayanya umat di sekeliling kami dan betapa berjayanya musuh-musuh kami..”



Firman ALLAH SWT :
“Di antara orang –orang yg beriman itu ada orang-orang (pejuang) yg bersikap benar menunaikan apa  yg telah mereka janjikan kpd ALLAH (utk berjuang membela agama Islam).Maka dia antara mereka ada yg telah selesai menjalankan janjinya itu (lalu gugur syahid) dan di antaranya ada yg menunggu giliran ; dan mereka pula tidak mengubah (apa yg mereka janjikan itu ) sedikit pun.”

Sunday, 8 May 2011

10 Sahabat Nabi Dijamin Masuk syurga

Setiap dari kita pasti ingin masuk surga. Namun, tidaklah mudah untuk meraihnya. Tidak cukup hanya mengaku sebagai muslim, butuh ketaatan dan pengorbanan. Lihatlah bagaimana sikap itu ditunjukan oleh para sahabat Nabi SAW. Tidak hanya harta, jiwa dan raga pun rela mereka persembahkan untuk kejayaan islam. Dari sekian banyak sahabat Nabi, ada sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan surga. 



1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu'anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Ia sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, kemanapun Nabi pergi, ia selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko.
Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Ia juga orang yang pertama memeluk Islam. Tidak sulit baginya untuk mempercayai ajaran islam, karena ia tahu betul keagungan ahklak Rasulullah.
Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi'raj. Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, ia diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq ( yang benar, jujur, dan membenarkan ).
Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun ( 13 hijriah ). Ia dimakamkan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah.

2. 'Umar bin Khattab
'Umar bin Khattab RA adalah khalifah kedua. Ia termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jago gulat dan gemar mabuk-mabukan. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya.
'Umar memeluk islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan saudara perempuannya. Ia sangat keras dalam membela agama Allah. Ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat.
Saat 'Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun (636-637 M). Pemimpin yang sederhana dan peduli pada rakyatnya ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat (23 H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.

3. 'Ustman bin Affan
'Ustman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya, ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al-Qur'an.
'Ustman bin Affan masuk islam lewat ajakan Abu Bakar. Ia mendapat gelar Dzun Nur 'Ain ( pemilik dua cahaya ), karena menikahi dua putri Nabi, Ruqqayah dan Ummu Kultsum.
'Ustman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berkecamuk perang Tabuk, 'Ustman menyumbang lebih dari 940 unta, kemudian membawa 60 kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. 'Ustman wafat pada tahun 35H atau 655M.

4. 'Ali bin Abi Thalib
'Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Ali adalah orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak.
Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat peristiwa hijrah, 'Ali tidur diatas tempat tidur Nabi. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah.
'Ali wafat pada tahun 40 Hijriyah, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat shubuh. Ia meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat selama 4 tahun 9 bulan. Beliau di makamkan di Kufah, Irak.

5. Thalhah bin Abdullah
Thalhah bin Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia berasal dari suku Quraisy.
Saat berkecamuk perang Uhud, Thalhah ikut serta. Di arena tersebut ia menderita luka parah. Dia menjadikan dirinya sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan menancapkan diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus.
Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Ia syahid saat mengikuti perang Jamal.
6. Zubeir bin Awwam
Zubeir bin Awwam termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya saat itu baru berumur 15 tahun.
Pembelaannya terhadap islam begitu nyata. Zubeir tidak pernah absen dalam berbagai pertempuran bersama kaum muslimin. Ia selalu berada di garda depan saat jihad di kumandangkan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan.
Ia sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseteruan di antara kaum muslimin, Zubeir tidak sedikitpun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya.
Zubeir ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M.

7. Sa'ad bin Abi Waqqas
Sa'ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasarannya. Hampir seluruh peperangan ia ikuti.
Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam untuk mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa'ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajalnya, ancaman itu tetap tidak dihiraukan oleh Sa'ad. Ia tidak menjual keyakinannya dengan apapun, sekalipun dengan nyawa ibunya.
Saat periode khalifah Umar bin Khatab, Sa'ad diangkat sebagai gubernur mileter di Iraq yang bertugas mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara.
Sa'ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 676M). Ia di makamkan di tanah Baqi'

8. Sa'id bin Zaid
Sa'id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk islam bersama-sama istrinya, Fathimah binti al-Khattab, adik perempuan 'Umar bin Khattab. Sa'id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmak kepada islam. Ketika memeluk islam usianya belum genap 20 tahun.
Sa'id turun berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia juga turut bersama kaum muslimin mencabut singasana Kisra Persia. Sa'id pernah diperintahkan Rasulullah memata-matai aktivitas musuh.
Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M) dan di makamkan di Baqi' Madinah.

9. 'Abdurrahman bin 'Auf
'Abdurrahman bin 'Auf termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia termasuk diantara sahabat Nabi yang mempunyai harta melimpah yang didapatkan dengan perniagaan.
Kesuksesannya tidak membuat ia lupa diri, ia selalu menafkahkan hartanya dijalan Allah. Bahkan saat ia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat sedekahnya makin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia sumbangkan untuk perjuangan Islam.Abdurrahman sempat berhijrah ke Habsyah sebanyak 2 kali. Ia wafat pada umur 72 tahun(32H atau 652M) di Baqi'

10. Abu 'Ubaidah bin Jarrah
Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu 'Ubaidah. "Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu 'Ubaidah," begitu kata Rasulullah. Abu 'Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku.
Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar Ash-Shiddik pada awal kerasulan nabi Muhammad SAW. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.

Demikianlah 10 sahabat-sahabat Nabi yang dijamin masuk surga melalui hadist Nabi Muhammad SAW.

**peringatan bersama sahabat2 sekalian..Banyakkan bedah buku tentang para pejuang islam..Insyaallah akan menyemarakkan semangat JIHAD dalam jiwa kite untuk islam tercinta..

***Berjuang memanglah Pahit kerana Syurga itu manis ^____^ syuga impian ku..


Kisah Menyayat Hati (Hati mukmin pasti menangis)


Print
E-mail


Written by cahayaislami   

Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika algojo penjara itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu boot keras milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. "Hai... hentikan
suara jelekmu! Hentikan... !" Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki dikamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyunya.

Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.

Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan
yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia alu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana abduka... Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah
wahai ustaz... InsyaALlah tempatmu di Syurga."


Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, algojo penjara itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai.

"Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan suara-suara yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahu minta maaf dan masuk agama kami."

Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap,

"Sungguh... aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."


Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika
itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah buku kecil. Adolf Roberto berusaha memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. "Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto.

"Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!"ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah.

Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan algojo penjara itu merasa lebih puas lagi ketika melihat
tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang
telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

"Ah... seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini."

Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut
tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.

Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.

Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia.

Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka gelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak kanak comel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak - kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya. Sang anak itu berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa... .? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi... "

Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi... Abi... Abi... " Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai... siapa kamu?!" jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi... " jawabnya memohon belas kasih. "Hah... siapa namamu budak, cuba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka. "Saya Ahmad Izzah... " dia kembali menjawab dengan agak kasar.

Tiba-tiba "Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. "Hai budak... ! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu.

Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang Adolf Roberto... Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu."

Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka.


Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang
melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah tanda hitam ia berteriak histeria, "Abi... Abi... Abi... " Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahawa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai tanda hitam pada bahagian pusat.

Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh
tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha... " Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya.

Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu... " Terdengar suara
Roberto meminta belas.

Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.

Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahawa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu," Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal
kalimah indah "Asyahadu anla IllaahailALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah... . Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya... "


Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS>30:30)
**ISLAM TETAP AKAN TERTEGAK...
**ISLAM 4 ALL  *_* 
**ISLAM I2 INDAH ^_^

TEMPAHKAN SEBUAH BILIK DI NERAKA BUATKU

Buat iktibar bagi kita yg selalu leka........... Kisah ini diambil dari majalah Iskandariah Mesir "MANAR ISLAM".- 

Menurut majalah tersebut, pada hari kejadian, gadis yg terpengaruh dgn cara hidup masyarakat Barat itu menaiki sebuah mikrobas/bas mini utk menuju kedestinasi diwilayah Iskandariah. Malangnya walau pun tinggal dibumi yg terkenal dgn tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangat menjolok mata. Bajunya agak nipis & seksi hampir terlihat segala yg patut disembunyikan bagi seorang perempuan dr pandangan lelaki ajnabi atau mahramnya.

Gadis itu dlm lingkungan 20thn. Didalam bas itu ada seorang tua yg dipenuhi uban menegurnya...... "Wahai pemudi ..... alangkah baiknya jika kamu berpakaian yg baik, yg sesuai dgn ketimuran & adat serta agama Islam kamu........ Itu lebih baik drp kamu berpakaian begini yg pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki..." nasihat org tua itu.

Namun , nasihat yg sangat bertetapan dng tuntutan agama itu dijawab oleh gadis itu dgn jawapan sinikal/mengejek. "Siapalah kamu hai orang tua? Apakah ditangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yg menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka??? Setelah menghamburkan kata-kata yg sangat menghiris perasaan org tua itu gadis itu tertawa mengejek panjang.

Tidak cukup setakat itu, si
gadis lantas cuba memberikan telefon bimbitnya kpd org tua tadi sambil melafazkan kata kata yg lebih dahsyat. "Ambil h/phone ku ini & hubungilah Allah serta tolong tempahkan sebuah bilik di neraka jahannam utkku," katanya lagi lantas ketawa berdekah-dekah tanpa mengetahui bahawasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dgn begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawapan dr si
gadis manis. Sayang wajahnya yang ayu tidak sama dgn perilakunya yg buruk. Penumpang-penumpang yg lain turut terdiam ada yg menggelengkan kepala kebingungan. Semua yang didalam bas tidak menghiraukan gadis yangmasih muda itu yg tidak menghormati hukum hakam itu dan mereka tidak mahu menasihatinya krna khuatir dia akan akan menghina agama dgn lebih teruk lagi.

10 minit kemudian bas tiba di perhentian. Gadis seksi bermulut celupar itu didapati tertidur dimuka pintu bas. Puas pemandu bas termasuk para penumpang yg lain mengejutkannya tapi gadis tersebut tidak sedarkan diri. Tiba-tiba org tua tadi memeriksa nadi si gadis. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Tuhannya dalam keadaan yang tak disangka. Para penumpang menjadi cemas dgn berita yg menggemparkan itu.

Dalam suasana kelam kabut itu, tiba tiba tubuh gadis itu terjatuh kepinggir jalan. Org ramai segera berkejar utk menyelamatkan jenazah tersebut. Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yg terbujur kaku dijalan raya. Mayatnya menjadi hitam seolah olah dibakar api. Dua tiga org yg cuba mengangkat mayat tersebut juga kehairanan krna tangan mereka terasa panas & hampir melecur sebaik saja menyentuh tubuh si mayat.

***Astaghfirullah halazim..same-samelah kite ambil pengajaran dari kisah nie..moge2 kite tergolong dalam golongan beriman..amin..sentiasalah perbaharui syahadah kita setiap saat..kite tak tahu bile assistant Allah yang very VVV setia IZRAIL akan datang jemput kite... entah2 selepas bace blog nie..wallahhua'lam

Kretifkan Pendekatan Tarbiyyah dengan Kanak-kanak


Saje lah nak share dengan sahabat-sahabat..manelah tahu ade yang pernah mengalami pegalaman yang same..macam mane pendekatan dakwah dengan budak-budak macam adik-adik kite yang baru berusia 5-7 tahun..klu kite bwa keluar dalil komfem ternganga mulut diorang tak faham..asal diorang tanye je,,kite jawab  قال الله تعلى في القرآن الكريم....   komfem lari budak-budak nie..hehe
So,nak di buat cerita nye ade  lah seorang anak sepupu ana nie yang agak banyak mulut lah..suke sangat bertanye menyebabkan ana sentiase kene ade hujah and critical thinking lah nak jawab persoalan dia yang kadang2 mencabar ilmu kite..huhu ari 2 ade lah dia tanye pasal aqidah..ana bismillah molek nak jawab coz takutlah diorang salah faham kan..berlakulah dialog dibawah : aik lupe plak nak bagitau name anak sepupu ana no0r..
No0r : kakak, ari 2 kan kakak kate kite kene takut kat Allah je kan..??
Ana : ye kenape saying oiii..saje nak uji dia ape dia nak tanye seterusnye..ermm
No0r : tapi kakak….. no0r takut jugak hantu,,klu balik mengaji mesti lari laju-laju coz takut hantu…jadi macam mane nieee…???? dengan nada penuh bimbang coz ade yang dia takut selain dari Allah
Ana : ana pon fikir lah macam mane nak jawab niee..kan klu keluar dalil quran tak paham plok budak nie..p Alhamdulillah Allah tolong..ana pon jawab lah..macam ni adik ku sayang..memang lah kite takut hantu,kakak pon takut nak-nak hantu kaq limah atau hantu nenek kaq limah..huhu saje je coz cerita nie book office kat seluruh kampus ana…sampai ana yang tak tengok movie dia pon tahu ceritenyee..eh eh melencong plok…aaa sambung ana kate lah Allah kite takut NOMBOR 1..hantu, harimau ,ular,mak marah,ayah rotan 2 kite takutlah NOMBOR 20 KE , NOMBOR 100 KEE…tapi Allah tetap no satu…
N0OR : Nampak seukir senyuman kat mukenye…tande dia paham…so, berlarilah dia bagitau kat semua kawan mengaji dia ape yang ana bagitau tadi…ermmm rupenye semua budak-budak 2 macam 2 cume tak menzohirkan kekeliruan mereka..

**Budak-budak nie kite kene pandai reka cerita sampai diorang faham p still atas landasan QURAN dan SUNNAH lah..coz bile diorang paham, dia akan sampai kan kat “geng” diorang yang lain.jadi tarbiyyah 2 berangkai kan..
**Mereka nilah yang kite kene bentuk dari awal sebelom jadi buloh yang akan memudaratkan perkembangan islam…

CuKupLaH kEmAtiAn seBagAi PeNgAjarN...^_^

         SaLaM pEnGhaYataN


Pengembaraanku Di Atas Jalan Yang Asing Dan Sunyi
Kesihatanku Makin Merosot Dan Maut Mengejarku

Aku Menanggung Dosa Banyak Yang Aku Sendiri Tidak Menyedari
Hanya Allah Maha Mengetahui Dosa Aku Yang Nampak Dan Yang Sembunyi
Lihatlah Kasih Allah Walau Aku Pendosa Dia Tidak Terus Menghukum Aku

Aku Terus Melakukan Dosa, Sedangkan Allah Terus Merahsiakannya
Usiaku Terus Berjalan Tanpa Sebarang Rasa Sesalan, Tangisan Dan Ketakutan

Aku Menutup Rapat Pintu Bila Melakukan Dosa, Sedang Allah Amat Melihat Akan Daku
Aduh! Berapa Banyak Dosa Dosa Yang Kulakukan Tapiku Anggap Hanya Kenangan Lalu Dan Berapa Banyak Sesalan Yang Berbekas Dalam Hatiku Sebagai Api Marak Yang Mahu Membakar Aku...?

Biarlah Aku Dapat Merasai Sesalan Dan Merasai Kebimbangan Tentang Diriku
Seolah Olah Terbayang Bayang Di Depan Mataku, Aku Terbaring Mati Di Atas Katilku Dikelilingi Sanak Saudara Dan Rakan Taulan

Orang Ramai Telah Berkumpul Menangis Dan Bersedih Atas Kematianku
Pengumuman Atas Kematianku Telah Dibuat Dan Aku Kini Telah Digelar Arwah
Doktor Telah Dipanggil Untuk Memulihkan Aku, Tapi Hari Ini Doktor Tidak Boleh Beri Sebarang Manfaat Padaku
Sekejap Lagi Ruh Aku Akan Dicabut Keluar Dalam Kesakitan Maut Dan Air Liur Ku Akan Terasa Pahit Di Saat Saat Akhir Nyawaku

Kesakitan Maut Semakin Memuncak Ke Atas Aku Dan Sakit Maut Tanpa Belas Kasihan Mula Terasa Mencabut Nyawaku Dari Setiap Urat Urat Ke Jantungku

Nyawaku Dicabut Dan Tubuhku Terbaring Kaku Dan Dilihat Keluargaku
Tangan Tangan Mereka Cuba Membalik Balikkan Tubuhku

Keluargaku Menutup Mataku, Mengikat Tali Sekeliling Kepala Serta Daguku. Setelah Mengetatkannya, Mereka Terus Pergi Membeli Kain Kapan

Keluargaku Yang Paling Mencintaikulah Yang Paling Cepat Menyiapkan Tempat Mandian Jenazahku
Cepat Cepat Meletakkan Aku Ke Dalam Papan Mandian Dan Mula Memandikanku

Air Mula Dicurah Ke Atas Ku. Aku Dimandikan Tiga Kali Dan Arahan Diberi “ Bawa Sini Kain Kapan ”
Mereka Mula Membalut Jenazahku Dengan Beberapa Helai Kain Kapan Nipis
Mereka Taburkan Atasku Kapur Barus Sebagai Bekalan Untuk Ku

Aduh! Sekarang Mereka Akan Keluarkan Aku Dari Dunia Menuju Satu Pengembaraan Tanpa Berkenderaan (Bekalan Yang Akan Membantuku)

Empat Orang Menanggung Jenazah Aku Sambil Diikuti Orang Lain Dari Belakang Mendoakan Aku
Mereka Membawa Aku Ke Tempat Solah Jenazah Didirikan. Mereka Mendirikan Solah Di Belakang Imam Dan Selepas Solah Imam Mendoakan Aku
Solah Tanpa Ruku’ Dan Sujud Didirikan Ke Atas Aku Moga Moga Allah Swt Melimpahkan Rahim Nya Untukku

Kemudian Mereka Menurunkan Aku Ke Dalam Kubur Perlahan Lahan Sambil Salah Seorang Memasukkan Aku Ke Dalam Liang Lahad
Dia Buka Kain Kapan Yang Menyaluti Wajahku Untuk Kali Yang Terakhir. Dia Mengalirkan Air Mata Dan Mencium Dahiku

Dalam Kegelapan Kubur Sesiapa Pun Tiada Bersamaku Tiada Mak, Tiada Bapa, Tiada Abang, Tiada Ahli Keluarga Untuk Membuatkan Aku Tenang

Kesunyian Ini, Kegelapan Ini, Perasaan Takut Ini Cuma Musibah Yang Amat Kecil Bila Tiba Tiba Pandangan Mataku Melihat Gambaran Yang Amat Menakutkan

Munculnya Malaikat Mungkar Nangkir Dalam Penampilan Yang Sangat Ngeri
Owh Allah! Macam Mana Aku Nak Jawab Soalan Mereka. Penampilan Mereka Buatkan Aku Terus Kaku
Mereka Mendudukkan Aku Dan Terus Mengarah Aku Menjawab Soalan Mereka. 

Owh Allah! Selain Engkau Tiada Sesiapa Boleh Anugerahkan Aku Keselamatan
Owh Penyelamatku! Anugerahkan Daku Keampunan Dari Sisi Mu.

Rahmatilah Si Pemgembara Ini Yang Telah Tinggalkan Rumah Dan Keluarganya
Di Sana Ahli Keluargaku Telah Membahagikan Hartaku Dan Meninggalkan Daku Dengan Dosaku Di Bawah Tangunggan Aku Sendiri

Isteriku Telah Mendapatkan Suami Lain Dan Menjadikannya Sebagai Pengganti Bagi Rumah Dan Hartaku
Dia Buatkan Anaknya Sebagai Hamba Dan Pelayan Bagi Suami Barunya Dan Hartaku Digunakan Mengikut Suka

Owh Pencinta Dunia! Jangan Tertipu Dengan Kecantikan Dan Keindahan Dunia. 
Renunglah Apa Kesan Yang Telah Berlaku Pada Isteri, Anak Dan Rumah
Renunglah Pada Mereka Yang Mengumpul Harta Yang Banyak. Adakah Mereka Bawa Apa Apa Harta Mereka Selain Kapur Barus Dan Kain Kapan?

Cukup Dan Puaslah Dengan Apa Yang Ada Walaupun Setakat Mencukupi Tubuhmu

Owh Nafsu! Owh Ruh! Kembalilah Dari Ketidaktaatan, Carilah Keredhaan Allah, Sesungguhnya Allah Akan Ehsan Padamu

Owh Nafsu! Celakalah Kamu! Bertaubatlah Dari Dosa Dan Buatlah Kebaikan. Berharaplah Akan Diganjari Atas Perbuatan Baik Kamu.


Tambahkan amal...Tolak nafsu penghasut kemungkaran ,Gandakan ibadat, Pandai lah bahagi mase untuk DUNIA yang sementara dengan AKHIRAT yang abadi....insyaallah MoGE KIte daLam HusNuL KhaTimah Pada Akhir haYAt NAnti..amin

Thursday, 21 April 2011

"kalau Tuhan itu Ada ,Mana Die? aKU mAHU liHAT"



Perkongsian ilmu dari blog sahabat seperjuangan... cerita yg melibatkan soal akidah...cerita ni diceritakan oleh seorang lecturer di unisza....lawak jugak crite ni...tp blh menyedarkn org yg mempersoalkn kewujudan Allah...ikuti cerita dibawah.....

Ade seorang lelaki yang baru pulang dari Universiti Al-Azhar Mesir telah bertanyakan orang-orang disekelilingnya tentang kewujudan Allah...soalan yang ditanye adalah "Kalau Allah itu ada mane die?aku mahu lihat die....". Ramai orang tidak menjawab soalannya..bukan kerana tidak tahu menjawab tetapi sudah bosan dengan lelaki berkenaan..jika dijawab satu,soalan pelik lain pula yang akan ditanye..Kawan-kawannye juga sudah tidak tahan dengan lelaki berkenaan..menurut kawan-kawannye lelaki tersebut jadi begitu sebab terlalu banyak belajar sehingga jadi gila macam 2...

Suatu hari lelaki berkenaan singgah di kedai kopi dan duduk di sebelah seorang pak cik...tibe2 lelaki berkenaan berkata kepada pak cik itu...

"Pak cik,saya nak tanye soalan boleh?"
"Mung nok tanye menda?"kate pak cik tersebut dlm dialek terengganu sambil menggulung rokok daunnye.
"Pak cik,Allah tu wujud ke?kalau pak cik jawab Allah wujud,mane Allah?saya nak lihat"
Pak cik menjawab:"Bodo mung tnye soklan gi2!"
"Pak cik tetap kena jwb sbb pak cik da janji nk jwb"kata lelaki itu.

tibe2.....

Pranggg!!!!!

satu penampor mengenai pipi lelaki tersebut.

"Kenapa pak cik tampar saye??"
"Aku tapor mung,mung sakit dok??"pak cik bertanye.
"Sakit lar pak cik!"
"Doh ce mg tnjuk ke aku gane sakit mg oh aku nok tgk...."

huhu..... ni xlar lawak sangat...syes je...ade satu lagi...ni hebat ckit...

Di sebuah tadika,seorang guru cina mengajar dan bertanye kepada anak murid tentang nama objek yang terdapat di dalam kelas..

"Murid2!ini ape???!!"tanye guru tersebut sambil menunjukkan ke arah sebuah kerusi.
"Kerusi,cikgu!!!!"murid2 menjawab.
"Siapa yang cipta kerusi ni???!!!"tanye guru itu lagi.
"ALLAH!!!!"jawab murid ramai2.

Cikgu tersebut tercengang.Kemudian cikgu tersebut berkata. 
"Murid2..kerusi ni bukan Allah yang cipta.Murid2 nampak ke Allah cipta kerusi ni??"
"Tidak,cikgu!!"
"Haa...kalau begitu,bukan Allah yang cipta kerusi ini dan Allah itu tiada."

Murid2 diam.Tibe2 seorang murid bangun dan berkata.
"Kawan2!!!kawan2 nampak tak otak cikgu???!!!"
"Tidak!!"
"Maknenya cikgu kita tiada otak lah!!!"

THE END 

Hahhahahahhahahahha........ same2 lar kite rumuskan sendiri...wassalam.